Materi psht

Dalam Psht ada materi teknik yang sudah di
bakukan melalui Musyawarah besar Persaudaraan Setia Hati Terate . Walaupun demikian tidak menutup kemungkinan adanya sedikit perbedaan antara cabang satu dengan yang lain atau antara komisariat mengenai cara pemberian materi dan materi itu sendiri , pada dasarnya materi yg selalu di berikhan :

  • Jurus 1 – 35 dan jurus Yang Ke 36 diberikan setelah di syahkan Jadi warga tingkat 1 total 36 jurus
  • Senam Dasar 1- 90
  • Jurus Toya 1 – 15
  • Senam Toya 1- 25
  • Pola langkah
  • Krippen.
  • Ke -SH-an
  • .
    Tingkatan siswa PSHT sesuai dg AD/ART adalah :

  • 1. Polos
  • 2. Jambon
  • 3. Hijau
  • 4. Putih kecil
  • Tingakatan warga dalam PSHT ada 3 :

  • 1. Warga tingkat I
  • 2. Warga tingkat II
  • 3. Warga tingkat III
  • MATERI LATIHAN

    A. TINGKAT POLOS
    1. Materi Teknik ;

  • a. Senam Dasar : 1 ~ 30
  • b.Jurus : 1 ~ 4
  • c. Pasangan : 1 ~ 4
  • d. Senam Masal : 1 ~ 10
  • 2. Materi Fisik

  • a. Sambung, tanpa Bukaan,
  • b. Lari
  • B. TINGKAT JAMBON
    1. Materi Teknik ;

  • a. Senam Dasar : 1 ~ 60
  • b. Jurus : 1 ~ 13
  • c. Pasangan : 1 ~ 13
  • d. Senam Masal : 1 ~ 20
  • e. Senam Toya : 1 ~ 10
  • 2. Materi Fisik

  • a. Sambung
  • b. Solo Speel tangan Kosong
  • c. Lari
  • C. TINGKAT HIJAU
    1. Materi Teknik ;

  • a. Senam Dasar : 1 ~ 70
  • b. Jurus : 1 ~ 20
  • c. Pasangan : 1 ~ 20
  • d. Senam Masal : 1 ~ 40
  • e. Senam Toya : 1 ~ 15
  • f. Jurus Toya : 1 ~ 5
  • g. Kripen : Salaman 1 ~ 5
  • h. Kripen Tusukan : 1 ~ 5
  • 2. Materi Fisik

  • a. Sambung
  • b. Solo Speel dengan senjata (Toya atau pedang)
  • c. Lari
  • D. TINGKAT PUTIH
    1. Materi Teknik ;

  • a. Senam Dasar : 1 ~ 90
  • b. Jurus : 1 ~ 35
  • c. Pasangan : 1 ~ 35
  • d. Senam Masal : 1 ~ 60
  • e. Senam Toya : 1 ~ 25
  • f. Jurus Toya : 1 ~ 15
  • g. Kripen : Cekikan, Jambakan, Dekapan
  • h. Kripen tusukan : …………..
  • 2. Materi Fisik

  • a. Sambung kripen, teknik bertanding,
  • b. Seni ganda, (Tangan kosong atau bersenjata)
  • c. Lari

    Tahap Persiapan Latihan dan Materi Fisik (Senam, Teknik Dasar, Jurus, pasang, kuncian, belaan belati, Senam toya &Jurus Toya)

    Sejak awal kita mengetahui bahwa PSHT mengajarkan pencak silat sebagai media untuk mendidik manusia berbudi pekerti luhur. Namun apakah definisi dan bagaimana latihan pencak silat itu seharusnya dilakukan, belum diketahui oleh semua pelatih PSHT. Berikut adalah sebagaian penjabaran materi Pencak Silat dalam PSHT sebagaimana yang dipahami dalam Penataran pelatih PSHT cabang
    .
    TAHAP PERSIAPAN

    Tahap persiapan adalah suatu masa untuk mempersiapkan berlangsungnya latihan. Tahap persiapan meliputi segala sesuatu tentang “APA – SIAPA – DI MANA – KAPAN” atau kalau dijabarkan sebagai berikut:

  • 1. APA :
  • Materi dan waktu latihan
  • Perlengkapan
  • 2. SIAPA : Pelatih dan siswa
  • 3. DI MANA : Tempat latihan
  • 4. KAPAN : Hari atau jam latihan
  • JENIS MATERI

    Materi dalam Persaudaraan Setia Hati Terate meliputi:

  • 1. Pembinaan Inti, terdiri dari Senam Dasar,Pelajaran Dasar, Jurus, Pasang, Pelepasan Kuncian, Belaan Belati, Senam Toya dan Jurus Toya.
  • 2. Pembinaan Teknik dan Taktik, terdiri dari Pola Langkah, Pola sambut, Penggunaan Pasang dan Sambung.
  • 3. Pembinaan Fisik
  • 4. Pembinaan Ke-SH-an
  • 5. Pembinaan Pernafasan
  • SENAM DASAR

    a. Pengertian
    Senam Dasar yang diciptakan Bpk, Irsyad (Alm) adalah gerakan-gerakan yang disusun berurutan sebanyak 90 macam dan dilakukan di tempat (tidak melangkah atau berjalan).
    b. Tujuan

  • Melatih dasar gerakan jurus
  • Membentuk otot-otot besar/kecil untuk menunjang melakukan gerakan dengan baik dan benar
  • Melatih terbentuknya sikap koordinasi
  • Pembentukan sikap yang benar (sikap kuda-kuda,tubuh dan tangan)
  • Pembentukan gerakan yang benar (arah, lintasan)
  • Koordinasi sikap
  • c. Pelaksanaan

  • Kesalahan harus segera dibetulkan
  • Pemberian aba-aba dari lambat, teratur,
    meningkat ke cepat dan mendadak

  • Aba-aba pelan/lambat untuk membentuk unsur fisik (keseimbangan dan ketahanan)
  • Merangkaikan beberapa gerakan (menjadi senam beregu atau senam massal)
  • Pelajaran Dasar

    a. Pengertian
    adalah pengenalan dasar-dasar gerakan pencak silat (serang-bela) antara lain:
    1). Belaan: pembuangan-tangkisan-hindaran/elakan-pelepasan kuncian-tangkapan Belaan adalah suatu usaha mempertahanka diri yang dilakukan baik
    dengan tangan maupun kaki sewaktumenerima serangan.

    Macam-macam belaan antara lain:
    a). Pembuangan:
    Pembuangan adalah teknik belaanbyang dilakukan dalam keadaan memaksa dengan jalan membuang tenaga serangan lawan.

    b). Tangkisan
    Tangkisan adalah teknik belaan dengan cara mengadakan kontak langsung (benturan) terhadap serangan lawan, dengan jalan membendung atau mengalihkan serangan. Berbagai posisi dalam menangkis dapat dilakukan, baik dengan melangkah maupun diam ditempat, dengan memperhitungkan posisi terbaik atau menguntungkan untuk melakukan serangan balasan yang cepat. Yang perlu diperhatika dalam tangkisan adalah koordinasi antara sikap kuda-kuda, sikap tubuh dan sikap tangan.
    Adapun tangkisan terdiri dari dua macam, yaitu:

  • Tangkisan (benturan) dengan tangan
  • Tangkisan (benturan) dengan kaki
  • c). HIndaran/elakan
    Hindaran/elakan adalah teknik belaan dengan cara memindahkan sasaran dari lintasan serangan. Teknik elakan dapat dilakukan dengan cara:

  • Melangkah dengan satu kaki
  • Di tempat
  • Memindahkan dua kaki

    Elakan yang baik adalah dapat menghindarkan serangan dan dapat melakukan gerakan lanjuta (pola sambut) dengan baik).

  • d). Pelepasan Kuncian
    Pelepasan kuncian adalah usaha untuk melepaskan diri dari tangkapan lawan, dilakukan dengan cara menggunakan satu tangan atau dua tangan.

    2). Serangan
    a). dengan tangan: pukulan-colokan- tebasan sodokan-sikutan-kuncian
    b). dengan kaki: tendangan-dengkulan-menjatuhkan (serampang, ungkit,sapu)

    Macam-macam serangan yang. dapat dilakukan tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut:

    a). Serangan dengan tangan serangan dengan tangan dapat dilakukan dalam berbagai bentuk, yaitu mengepal, terbuka dan terbuka sebagian dengan
    memperhatikan lintasan serangan. Lintasan serangan:

  • ke depan lurus
  • dari samping
  • dari bawah
  • Macam-macam serangan dengan tangan antara lain:

  • pukulan
  • colokan
  • tebasan
  • sodokan
  • sikutan
  • kuncian
  • tangkapan
  • b). Serangan dengan kaki
    seperti pada serangan tangan,serangan dengan kaki jugamemperhatikan unsur-unsur teknik tersebut di atas untukmengembangkan teknik yang benar. Untuk memantapkan serangan kaki perlu diperhatikan cara melatih kekuatan dan keseimbangan kaki tumpu pada waktu melakukan tendangan dan sikap tubuh serta sikap tangan yang baik, sehingga teknik tendangan menjadi baik dan dapat melakukan sikap atau tindakan berikutnya setelah melakukan tendangan.
    Adapun macam-macam serangan kaki adalah:
    1). Tendangan
    Sikap awal menendang perlu dilatih dari berbagai sikap dan posisi.
    Macam – macam tendangan ada Sebagai Berikut :

  • tendangan ke arah depan (A, T)
  • tendangan dari samping (C, Sirkel)
  • tendangan belakang (B)
  • 2). Dengkulan
    Dengkulan dilakukan apabila jarak/jangkauan lawan sudah terlalu dekat.
    3). Serkel
    4). Menjatuhkan Menjatuhkan dilakukan
    dengan cara: sapuan, ungkitan,kaitan dan guntingan.

    Teknik jatuhan dapat dilakukan dengan cara:
    (1). Meniadakan keseimbangan kaki tumpu (sapuan, ungkitan, kaitan dan guntingan)
    (2). Meniadakan keseimbangan dengan didahului tangkapan.
    b. Tujuan:

  • Melatih dasar-dasar melakukan serangan dengan tangan dan kaki secara benar.
  • Melatih dasar-dasar melakukan belaan dengan tangan dan kaki secara benar.
  • Melatih pembentukan sikap yang benar.
  • c. Pelaksanaan:

  • Kesalahan harus segera dibetulkan
  • Pemberian aba-aba dari lambat, teratur,meningkat menjadi cepat dan mendadak
  • Merangkaikan beberapa gerakan serangan
    (colok-tendangan-menjatuhkan)

  • Merangkaikan beberapa gerakan belaan
    (tangkis-hindar)

  • merangkaikan beberapa gerakan bela dan serang tangkis-pukul-tendang.
  • 2.1.3 Jurus
    a. Pengertian:
    adalah suatu rangkaian gerakan teknik pencat silat (pasang-serang-bela) sebanyak 36(tiga puluh enam) yang dilaksankan sambil melangkah.
    b. Tujuan:

  • Melatih mengembangkan suatu pola permainan pencak silat
  • Menumbuhkan pengertian permainan secara teratur
  • Menguasai dan meyakini teknik yang dimiliki
  • c. Pelaksanaan:

  • Sama dengan pembinaan senam
  • Penjelasan unsur-unsur belaan dan serangan (teknik) pada masing-masing jurus.
  • Penjelasan pola langkah sesuai dengan tingkatannya tentang cara berpindah dari satu tempat ke tempat lain dengan menggunakan kaidah pencak silat PSHT
  • Pemberian aba-aba:
    Pelan dan teratur (untuk pemahaman dan pembentukan sikap dan teknik yang benar)

  • ditingkatkan dengan cepat dan pendadakan untuk merangsang gerak cepat dan bertenaga
  • ditingkatkan dengan memberi aba-aba
    satu hitungan

  • Kesalahan segera dibetulkan
  • Melatih menggunakan jurus secara berpasangan (2A &gnti;< 2B)
  • Melatih menggunakan pasangan minimal dua gerakan untuk satu pasang dengan peningkatan atau tambahan macam penggunaan pasang di tingkat atasnya.
    Contoh:
    – Polos: penggunaan pasang 4 dua macam
    – Jambon: penggunaan pasang 4 empat macam
    – Hijau: penggunaan pasang 4 dua macam
    – Putih: penggunaan pasang 4 dua macam
    – Melatih penggunaan pasangan sampai siswa hafal. dan menguasai.

    2.1.4 Pasang
    a. Pengertian
    adalah suatu sikap gerak lemah lembut gagah berwibawa dan terbuka yang merupakan perangkap agar lawan mau menyerang, tetapi disertai kesiapan untuk melakukan belaan dilanjutkan serangan masuk.
    b. Tujuan:
    – Melatih menyiapkan kondisi siap menyerang dan siap diserang
    – Melatih meyakini jurus
    c. Pelaksanaan:
    – melatih perpindahan gerak dari satu gerak
    ke gerak lain dengan menggunakan pasang
    berlainan
    – penggunaan pasamg masing-masing jurus

    2.1.5 Pelepasan Kuncian
    a. Pengertian:
    adalah suatu teknik untuk melepaskan kuncian lawan dilanjutkan dengan gerakan mengunci lawan
    b. Tujuan:
    – Melatih mengambil bagian-bagian tubuh
    lawan yang lemah
    – Melatih memanfaatkan bagiantubuh
    sendiri untuk menyerang lawan
    c. Pelaksanaan:
    Melatih ketepatan dan kecepatan gerak
    disertai tenaga

    2.1.6 Belaan Belati
    a. Pengertian:
    adalah suatu teknik untuk menerima serangan belati dengan tangan kosong
    b. Tujuan:
    Melatih keberanian menghadapi lawan bersenjata
    c. Pelaksanaan:
    Melatih kecepatan dan ketepatan gerak disertai tenaga.

    2.1.7 Senam Toya
    a. Pengertian: adalah suatu gerakan serang bela
    menggunakan toya yang dilakukan di tempat
    b. Tujuan:
    – melatih dasar gerakan jurus toya
    – melatih sikap koordinasi yang benar antara sikap tangan memegang toya dengan tubuh dan kuda-kuda kaki
    – melatih gerak memegang toya dengan benar
    c. Pelaksanaan:
    – Pemberian aba-aba dari lambat, teratur,
    meningkat menjadi cepat dan mendadak
    – Kesalahan segera dibetulkan

    2.1.8 Jurus Toya
    a. Pengertian:
    adalah suatu rangkaian gerakan teknik
    pencak silat dengan menggunakan toya yang
    dilaksanakan sambil melangkah.
    b. Tujuan dan Pelaksanaan
    sama dengan jurus

    Iklan
  • 2 thoughts on “Materi psht

    Tinggalkan Balasan

    Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

    Logo WordPress.com

    You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

    Gambar Twitter

    You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

    Foto Facebook

    You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

    Foto Google+

    You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

    Connecting to %s